Faktor Website Kesulitan Mendapatkan Peringkat Terbaik

Website sudah jadi, campaign SEO pun juga sudah dijalankan, tapi kenapa website anda anda performnya sama sekali tidak ada ? Mungkin anda pernah mengalaminya, atau anda memang sedang mengalaminya sekarang ini. Tidak usah khawatir, semua masalah di SEO sebenarnya masalah enteng. Meningkatkan sebuah peringkat yang ada di dalam sebuah website di mesin pencari atau search engine seperti halnya Google, Bing dan Yahoo adalah tugas dari seorang digital marketing. Setiap digital marketing pastinya akan menggunakan sebuah teknik yang berbeda-beda antara satu dengan yang lain karena SEO bukanlah sebuah teknik ilmu yang sama seperti matematika atau sains.

Faktor Website Kesulitan Mendapatkan Peringkat Terbaik

Selain itu, perkembangan dunia digital yang sangat pesat saat ini, membuat sebuah teknik yang sebelumnya masih bisa digunakan untuk optimasi website di Google kemudian menjadi tidak efektif lagi, karena mesin pencari seperti halnya Google selalu memperbaharui sebuah algoritma yang ada di dalam mesin pencari SERP yag juga mengubah beberapa faktor-faktor penentu sebuah website bisa naik di alam pertama Google.

Algoritma penentu peringkat website yang sering berubah-ubah membuat banyak orang tidak mengetahui tentang perubahan terjadi dan tetap menggunakan sebuah teknik SEO jadul untuk dapat mengoptimasi website yang dimiliki. Padahal teknik SEO tersebut sekarang ini sudah tidak relevan lagi untuk digunakan dalam kondisi seperti sekarang. Berikut ini adalah beberapa point-point penting tentang masalah yang sedang anda alami.

1. Tidak ada strategi SEO yang sama

Ini menjadi masalah yang juga menjadi paling umum terjadi. Maksudnya ingin menjalankan SEO secara sempurna, tetapi mungkin karena sebuah keterbatasan pengetahuan tentang ilmu SEO, proses optimasi website justru malah menjadi tidak optimal lagi.

Strategi optimasi website untuk sebuah company profile tentu berbeda dengan e-commerce, blog, job portal, news portal dan beberapa lainnya. Setiap jenis website memiliki sebuah ‘treatment’-nya sendiri-sendiri. Walaupun pada beberapa website bisa dilakukan, tapi menggeneralisasi strategi nantinya tidak akan selalu berhasil dilakukan.

2. Duplikasi dan kanibalisasi

Masalah duplikasi dan juga masalah kanibalisasi selalu menghampiri hampir setiap website. Jika hal ini diartikan, duplikasi adalah sebuah halaman yang memiliki content yang sama. Halaman yang terdeteksi sebagai duplikasi umumnya berasal dari sebuah sistem pagination website dan juga multi-language.

Sedangkan kanibalisasi adalah sebuah ‘peperangan’ antar halaman yang memiliki keyword dan geolokasi yang sama meskipun memiliki beberapa isi yang berbeda. Oleh karena itu, untuk menghindari kedua masalah tersebut, sebaiknya anda lakukan keyword mapping dan content mapping selama campaign anda berjalan.

3. Melanggar aturan Google

Tentunya sebagai pengguna Google harus mengikuti tentang apa yang nantinya telah diatur oleh Google. Kita nantinya bisa menjalankan apa yang menurut kita benar, tetapi pada kenyataanya dianggap sebuah tindakan spam oleh Google. Auto-Generated Content dan buying backlink merupakan dua masalah terbesar yang biasanya selalu menjadi penyebab website hilang dari Google. Perlu untuk diingat, Google memiliki tiga buah core engine, yaitu ;

  • Penguin, engine yang bertugas untuk menghitung nilai backlink
  • Panda, sebuah mesin yang fokus menilai isi / content website, dan
  • RankBrain, artificial intelligence (AI) atau sebuah kecerdasan buatan dari Google yang dapat mengurutkan peringkat website berdasarkan dengan relevansi dan user behavior.
  • Semakin nantinya kita memahami dengan benar cara kerja ketiga core engine tersebut, tentunya kita akan terhindar dari hukuman Google.

4. Website sulit dijelajahi oleh Googlebot

Masalah mainstream berikutnya yang sering terjadi adalah website anda nantinya akan sulit dijelajahi oleh Google. Ada cukup banyak faktor yang menyebabkan Google nantinya akan kesulitan untuk menjelajahi website yang anda miliki. Website dengan bahasa pemrograman java-script biasanya akan menemukan beberapa masalah, khususnya yang menggunakan client-side rendering. Selain itu Google juga nantinya akan kesulitan meng-crawl isi content maupun link yang menggunakan ajax dan juga flash.

5. CTR (click-through rate) tidak optimal

Mungkin kita juga sering mendengar sebuah istilah CTR ini, akan tetapi seberapa aware-nya kita nantinya untuk dapat mengoptimalkannya? Padahal performance CTR sendiri dapat menentukan sebuah peringkat kita yang ada di hasil pencarian. Cara paling mudah untuk meningkatkan CTR adalah dengan cara memodifikasi title dan meta-description. Cara paling sulit namun yang juga paling besar pengaruhnya, adalah dengan meningkatkan brand awareness. Semakin kita dikenal oleh pengguna, maka nantinya semakin besar persentase CTR kita.

6. Behavior performance yang terlalu kecil

Performance yang dimaksud disini adalah sebuah nilai tingkah laku pengunjung website yang nantinya berasal dari seluruh medium. bounce rate, pages per visit, avg duration adalah tiga performance utama yang nantinya menjadi sebuah hal yang akan dinilai oleh Google. Cukup dengan cara meningkatkan ketiga metric tersebut, bukan sebuah hal yang mustahil jika nantinya kita bisa berada di peringkat tertinggi di halaman pencarian. J

7. Google sulit menentukan halaman yang lebih penting

PageRank adalah sebuah algoritma yang dipakai oleh Google untuk dapat menentukan mana halaman yang penting. PageRank ini nantinya akan sangat terasa manfaatnya pada sebuah website yang memiliki cabang / kategori yang cukup banyak, seperti halnya e-commerce dan job portal. Sebelum memanfaatkan PageRank tersebut kita nantinya harus membuat sebuah konsep skema / blue-print internal link, agar nantinya kita bisa mengukur sebuah ketepatan sasarannya ada di dalam penerapan.

8. Branding media sosial

Media sosial sudah menjadi tempat berkumpulnya semua orang dari berbagai macam golongan muda hingga tua. Hal itu juga mengubah faktor yang bisa menentukan sebuah peringkat website anda berada di Google. Branding pada sebuah media sosial menjadi salah satu faktor untuk menentukan peringkat website anda nantinya di Google. Jumlah like di akun Facebook, follower di Twitter dan juga di Instagram bisa berpengaruh terhadap sebuah hasil pencarian. Jika selama ini anda kurang menjalankan media sosial sebagai branding anda, maka sudah saatnya untuk mempromosikan brand anda sendiri di media sosial.

9. Traffic Website

Traffic atau lalu lintas pada sebuah website selalu menjadi sebuah faktor penentu sebuah website. Jika anda nantinya mendapatkan banyak user traffic namun juga mendapatkan lebih banyak bounce rate atau rasio pantulan yang tinggi. Maka artinya website anda tidak menampilan hasil yang relevan dengan apa yang dicari oleh para pengguna di search engine Google.

Demikian itulah beberapa faktor yang dapat mengakibatkan sebuah website tidak naik ke rank Google. Sebaliknya jika website anda mendapatkan banyak pengunjung dan juga rasio pentalan atau bounce rate anda rendah, artinya apa yang sudah anda lakukan benar dan harus terus dipertahankan. Semoga artikel ini berguna untuk anda yang sedang berusaha menaikan website di mesin pencarian.